BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kekayaan
atau sumber daya organisasi yang sangat penting adalah sumber daya manusia.
Sumber daya manusia (SDM) menjadi penting bukan semata-mata karena latar
belakang pendidikan mereka, tetapi karena pengalaman dan kepandaian mereka
dalam membuat keputusan yang menyangkut pekerjaannya. Beberapa contoh karyawan
atau manajer yang sangat diharapkan perusahaan adalah sebagai berikut. Karyawan
bagian pengiriman barang, dapat memilih jalur paling cepat dan paling hemat bahan
bakar, sehingga dapat menghema waktu dan biaya pengiriman barang. Manajer
produksi dapat mengatur jadwal produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang
optimum. Staf yang mengerti betul pelaporan dan perhitungan pajak.
Perusahaan
akan mengalami kesulitan apabila karyawan-karyawan atau para manajer yang sudah
berpengalaman harus pindah ke perusahaan lain. Apabila hal itu terjadi,
perusahaan harus mencari lagi SDM yang berpengalaman (sudah barang tentu tidak
mudah) atau mendidik kembali karyawan yang belum berpengalaman agar menjadi
berpengalaman (tentu memerlukan biaya yang cukup tinggi, waktu yang cukup lama,
dengan risiko tidak berhasil).
Untuk
mengurangi risiko-risiko tersebut (hilangnya atau tidak adanya staf yang
berpengalaman), diperlukan suatu sistem yang dapat menggantikan manusia dalam
membuat keputusan. Sistem itu disebut dengan sistem pakar atau expert system.
Dalam perkembangannya, sistem pakar memiliki variasi yang disebut dengan
artificial intelligence atau disingkat AI.
1.2. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui baik secara teoritis maupun praktis tentang Kepandaian Buatan pada
umumnya dan Sistem Pakar pada khususnya kaitannya dengan Sistem Informasi
Akuntansi maupun Sistem Informasi Manajemen.
1.3. TINJAUAN TEORITIS
Sistem
pakar (dalam bahasa Inggris : expert system) adalah sistem informasi yang
berisi pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi.
Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem
Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).
Kepakaran
(expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh
melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar
dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar
dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang,
pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan
Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer,
kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).
Sistem
pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau
lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama
kali dikembangkan oleh periset Kepandaian buatan pada dasawarsa 1960-an dan
1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem
pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang
menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai
suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu
rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini
memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
BAB II
SISTEM PAKAR DAN KEPANDAIAN BUATAN
2.1.1. Sistem
Pakar
Sistem
pakar adalah sistem informasi yang dapat membuat keputusan, sehingga dapat
menggantikan manusia. Sistem ini memiliki beberapa komponen yang memungkinkan
sistem dapat belajar dan mengambil kesimpulan, sehingga semakin lama
kualitasnya akan semakin baik –meskioun tanpa diajari secara terus menerus oleh
manusia- dan semakin cekatan.
Program
komputer catur adalah salah satu contoh program komputer yang dapat membuat
keputusan. Beberapa jenis program komputer bahkan dapat belajar, sehingga
semakin lama semakin pintar dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Saat
ini, komputer yang paling canggih dalam menjalankan program catur adalah Deep
Blue bualan IBM. Komputer ini sudah ditandingkan dengan juara dunia catur GM
Gary Kasparov, dan kalah dengan skor 2-3.
Sistem
pakar memang tidak selalu dimiliki oleh perusahaan, karena selain sulit
dikembangkan, perusahaan juga tetap dapat berjalan seperti biasanya, meskipun
tanpa sistem pakar. Sistem pakar masih dianggap sebagai suatu sistem yang sulit
untuk dirancang dan diwujudkan.
Padahal
sebenarnya tidak demikian. Dari ontoh yang diberikan di atas, sistem pakar
sebenarnya mirip dengan sistem pemrosesan transaksi dan sistem informaso
manajemen. Perbedaaan utamanya adalah sistem pakar dapat “berpikir” dan membuat
keputusan. Sistem pakar dapat berpikir karena “diberi pelajaran” berupa
berbagai aturan (atau rule) dan berbagai keputusan yang sudah diambiloleh manusia.
Sistem kemudian membandingkannya, menyimpulkannya, dan mencontohnya. Sistem
kemudian akan mengevaluasi hasilnya. Lain kali, keputusan harus lebih baik dari
keputusan sekarang.
2.1.2. Ciri-ciri Sistem Pakar
·
Memiliki
informasi yang handal.
·
Mudah
dimodifikasi.
·
Heuristik
dalam menggunakan pengetahuan (yang sering kali tidak
·
sempurna)
untuk mendapatkan penyelesaiannya.
·
Dapat
digunakan dalam berbagai jenis komputer.
·
Memiliki
kemampuan untuk beradaptasi.
2.1.3. Permasalahan yang Disentuh oleh Sistem Pakar (Domain SP)
·
Interpretasi. Pengambilan keputusan dari
hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra,
interpretasi sinyal, dll
·
Prediksi : prediksi demografi, prediksi
ekonomi, dll.
·
Diagnosis : diagnosis medis, elektronis,
mekanis, dll.
·
Perancangan : perancangan layout sirkuit ,
bangunan.
·
Perencanaan : perencanaan keuangan,
militer, dll
·
Monitoring : computer aided monitoring
system
·
Debugging : memberikan resep obat terhadap
kegagalan
·
Instruksi : melakukan instruksi untuk
diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja
·
Kontrol : melakukan kontrol terhadap
interpreasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem.
2.1.4. Jenis Sistem Pakar
Sejak di
kembangkan pada tahun 1990 an, sistem pakar yang tadinya dapat meniru pekerjaan
orang,mulai berkembang jauh.sistem ini tidak saja dapat menirukan kepandaian
manusia, tetapi bahkan sudah dapat menggantikan manusia dan menciptakan
kepandaian baru yang manusia pun tidak memiliki kepandaian tersebut. Berbagai
variasi atau cabang kepandaian buatan (artificial intelligent) dapat di lihat
seperti gambar di bawah:
Masing masing
cabang tersebut memiliki sendiri-sendiri.sebagai contoh adalah speech
recognitions adalah cabang AI yang dapat mengenali percakapan manusia. Bahkan
sistem ini dapat melakukan tanya jawab atau bercakap-cakap dengan manusia.
Sedangkan bentuk-bentuk Sistem Pakar
:
1.
Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini
merupakan software yang berdiri-sendiri tidak tergantung dengan software yang
lainnya.
2.
Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan
bagian program yang terkandung didalam suatu algoritma (konvensional), atau
merupakan program dimana didalamnya memanggil algoritma subrutin lain
(konvensional).
3.
Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini
biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program
tertentu, misalnya DBMS.
4.
Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan
bagian dari komputer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya
sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
Beberapa contoh sistem pakar :
·
MYCIN
: Diagnosa penyakit
·
DENDRAL
: Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
·
XCON
&XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
·
SOPHIE
: Analisis sirkit elektronik
·
Prospector
: Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
·
FOLIO
: Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan
investasi
·
DELTA
: Pemeliharaan lokomotif listrik disel
2.1.5. Komponen Sistem Pakar
Sistem
pakar memiliki beberapa komponen. Komponen-komponen sistem pakar berfungsi
untuk membangun sebuah basis data pengetahuan (knowledge database) yang akan digunakan oleh para
pembuat keputusan.
Komponen utama
sistem pakar adalah :
a.
User interface,
yaitu tampilan media yang digunakan untuk memungkinkan komunikasi antara sistem
dengan pemakainya, misalnya adalah tampilan layar dan menu pilihan. Komponen ini
memungkinkan para pembuat keputusan untuk memasukkan perintah dan informasi ke
dalam sistem dan mengambilnya.
b.
Inference engine,
yaitu bagian sistem pakar yang berfungsi untuk melakukan penalaran. Penalaran
adalah penggunaan berbagai rumus dengan urutan logis. Komponen ini dapat mengambil kesimpulan atau
dapat belajar dari berbagai keputusan yang sudah diambil.
c.
Knowledge base,
yaitu basis data yang berisi kumpulan pengetahuan para pakar yang dapat diakses
oleh beragam pembuat keputusan. Knowledge base terdiri atas fakta dan
pengetahuan. Fakta berisi berbagai informasi mengenai problem domain atau
kelompok masalah. Pengetahun adalah kumpulan berbagai cara untuk memasukkan
fakta ke dalam suatu urutan logika untuk memecahkan masalah.
d.
Development engine
atau knowledge
acquisition program. Yaitu komponen sistem pakar yang digunakan untuk
membangun sistem pakar yang menggunakan bahasa komputer dan system shell.
Inference Engine
Inference
engine merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pakar, karena bagian
ini memiliki kemampuan untuk belajar dari berbagai keputusan yang selama ini
sudah diambil.
Inference
engine mempunyai karakteristik berikut ini :
·
Inference engine melakukan penalaran dengan mendasarkan pada data yang ada di dalam
knowledge base.
·
Proses penalaran dilakukan dengan menguji rule (aturan) satu demi satu.
·
Proses penalaran akan dilakukan terus-menerus hingga semua aturan
sudah diuji.
·
Pengujian terhadap suatu aturan dapat dilakukan lebih dari satu
kali untuk mendapatkan nilai yang paling memungkinkan atau paling diharapkan.
·
Apabila suatu aturan sudah diuji dan berhasil, aturan tersebut akan
disisihkan dan diteruskan dengan aturan-aturan yang lain.
Develpoment Engine
Development engine
merupakan bagian dari sistem pakar yang digunakan untuk membangun basis data
pengetahuan. Ada dua pendekatan, yaitu dengan menggunakan bahasa komputer dan
menggunakan system shell. System shell adalah bagian sistem yang
dapat mengolah atau memecahkan masalah jenis tertentu, dengan menerapkan basis
data tertentu saja.
2.1.6. Sistem Pakar dalam Bisnis
Sistem
pakar tidak dapat dipisahkan dari sistem informasi yang lain, mulai dari sistem
pemrosesan transaksi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan
dan sistem otomatis perkantoran.
1. Analisis
a. Interpretasi
·
Analisa pasar untuk komoditi tertentu
·
Identifikasi media iklan yang sesuai
·
Identifikasi kebutuhan pelatihan
b. Diagnostik
·
Diagnosa kelesuan perusahaan dan usaha penyembuhan
2. Sintesa
a. Penarikan tenaga kerja
b. Strategi penentuan harga
c. Strategi pengembangan produk
3. Integrasi
a. Prediksi perkembangan nilai pada bursa saham
efek
2.1.7. Pemakai Sistem Pakar
Sistem
pakar adalah sistem yang memiliki kemampuan untuk berpikir (melakukan penalaran
bila menghadapi masalah baru) dan belajar (mempelajari masalah-masalah yang
sudah pernah dihadapi untuk memecahkan masalah yang mirip). Kepandaian ini
sangat bermanfaat bagi para pembuat keputusan, baik yang sudah berpengalaman
maupun yang belum.
2.1.8. Aplikasi Sistem Pakar
Saat ini berbagai aplikasi sistem pakar dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa klasifikasi yaitu :
·
Decision management
·
Diagnostics/ troublesbooting
·
Maintenance/scheduling
·
Design/configuration
·
Selection/classification
·
Process monitoring/control.
Sistem pakar dapat diterapkan dalam berbagai bidang,
seperti sains, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
A. Dalam bidang Manufaktur
Manufaktur di definisikan sebagai kegiatan yang saling
berhubungan meliputi perancangan, perencanaan, pemilihan material, produksi,
pengontrolan kualitas, memanajemen serta pemasaran produk. Proses manufaktur
yang penyelesaiannya dapat dibantu oleh system pakar antara lain :
1. Merancang system pengaturan kertas untuk mesin fotocopy. Sistem ini
membuat rancangan dengan representasi pengetahuan tentang rancangan berdasarkan
kumpulan goal, metoda perancangan, generator dan aturan-aturan yang
terstruktur.
2. Penggunaan shell sitem pakar SPS (Semi Intelligent Process Selector)
dalam proses perencanaan dengan menggunakan aplikasi Wood Trus fabrication
Application.
3. Melakukan monitoring on line
dalam penjadwalan Continuous Caster Steel Mill serta mengatur dan
mengkoordinasi fase-fase berurutan proses penjadwalan aktivitas Master
Production Scheduling (MPS).
4. Dalam proses pengontrolan, System ini Mengontrol kekaratan aluminium
foil secara otomatis dengan menyesuaikan bentuk pola target menurut
karakteristik material dan kondisi pengoperasiannya. Baik dalam pengendalian produksi system
tersebut dapat melakukan pengendalian produksi meliputi penyelesaian pesanan,
pengawasan pesanan dan pengamanan kualitas.
B. Dalam Bidang Pendidikan / Ilmu Pengetahuan
1. Penelitian tentang penggunaan system pakar dalam bidang pendidikan
dilakukan oleh prof. Gordon S. Novack Jr. pada Universitas of Texas, Austin,
tahun 1990. Aplikasi system pakar ini diberi nama ISAAC yang memiliki parser
yang mampu membaca kalimat (dalam bahasa Inggris) dalam kecepatan 5000
kata/menit dan mampu menyelesaikan soal-soal Fisika Mekanik (Statika) dalam
waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi ini
dikerjakan oleh 1 tim terdiri dari 60 0rang dan membutuhkan waktu 1
tahun. (E.S. Handbook, 1992).
2. Studi system pakar untuk proses belajar Fisika dilakukan oleh seorang
dosen Fisika yang menempuh pendidikan S2 pada salah satu perguruan tinggi di
Jakarta. Latar belakang dari dilakukannya studi ini adalah karena Fisika
merupakan disiplin ilmu yang sangat fundamental yang menjadi dasar dari sains
dan teknilogi.
Melihat kepentingan tersebut, maka para
siswa/mahasiswa perlu menguasai ilmu ini, tapi kenyataannya sering dianggap
momok oleh sebagian besa siswa/mahasiswa selain itu juga kurangnya tenaga guru
/ dosen Fisika serta kurangnya sarana prasarana yang diperlukan dalam proses
belajar mengajar Fisika, seperti alat banto audio maupun visual.
Dalam studi ini dibuat aplikasi sitem pakar yang mampu
menyelesaikan persoalan rangkaian arus bolak-balik yang terdiri dari komponen
resistor dan inductor baik seri maupun pararel.
C. Dalam Bidang Bisnis
1.
Sistem Pakar dalam Pembelian
System ini berfungsi untuk menilai dan memilih pemasok
(supplier) dengan pertolongan dan pengiriman barang secara optimal, dimana
dalam hal ini menunjang pemasok yang potensial.Dalam hal operasi, maka system
ini mempunyai fungsi penasihat kepada pembeli.
2. Sistem Pakar mengenai suku cadang mesin percetakan
Sistem ini menunjang pengujian secara teknis dari pesanan
langganan dalam mesin cetak dan suku cadang yang diinginkan.
3. System pakar mengenai konsultasi program bantuan kredit bank
System ini membantu pada konsultasi tentang program
kredit bantuan pada institusi publik
D. Dalam Bidang Kepandaian
Buatan
Artificial Intelligence atau Kepandaian Buatan adalah
suatu sistem informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan
penyimpanan Kepandaian manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi.
Dalam hal ini Sistem Pakar juga merupakan bagian dari
Artificial Intelligence (AI) atau Kepandaian buatan, dimana letak
persamaannya adalah sama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam
memecahkan masalah.
Perbedaannya
adalah sistem pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam
suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam
menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI
mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai
yang maksimal.
Dapat disimpulkan Sistem Pakar merupakan bagian dari
AI, dimana selain sistem pakar yang menggunakan AI, ada beberapa yang lain
diantarnya games, logika Fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan robotika.
Kepandaian buatan merupakan salah satu topik yang
disukai penggemar science-ction, pada lm Terminator digambarkan perang manusia
melawan mesin, bahkan dalam novel berjudul With Folded Hands karangan Jack
Williamson, digambarkan bangsa Humanoids (robot mesin ciptaan manusia) menjajah
bangsa manusia dan menggantikan semua peranan manusia.
E. Dalam Bidang Pertanian
Dalam dunia pertanian banyak sekali hal yang harus
dipelajari agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Begitu banyaknya
hal yang harus diingat seperti media tanam yang berbeda bagi tiap jenis
tanaman, takaran pupuk, hama dan penyakit tanaman, dan banyak sekali cara agar
tanaman yang ditanam dapat menghasilkan hasil yang lebih baik.
Oleh karena itu dalam hal ini system pakar dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada
petani mengenai macam-macam penyakit yang berhasil di identifikasi oleh sistem
dan dapat mengetahui tanaman apa saja yang biasa diserang oleh penyakit
tersebut.
Dengan adanya pengetahuan ini maka ketika
para petani sadar tanamannya terkena hama atau penyakit, maka petani dapat
dengan mudah untuk mengatasi hama dan menanggulangi penyakit tersebut.
F. Dalam Bidang Psikologi
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar
dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan
perkembangan pada anak. Contoh salah satu bentuk gangguan perkembangan adalah
conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak
sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak
bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan.
Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat
membantu para pakar/psikolog anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF).
Contoh
implementasi lainnya adalah aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar
ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran kepribadian
dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak keuntungan dari segi
penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user (pemakai) dalam mengukur
kepribadiannya masing-masing.
G. Dalam Bidang Eksplorasi Alam
Dalam bidang ini sistem pakar sangat penting
manfaatnya. Keputusan yang dihasilkan akan sangat bermanfaat. Contoh
penerapannya yaitu sistem pakar yang diterapkan pada alat pendeteksi kandungan
minyak bumi.Alat ini menghasilkan keputusan dari data-data yang ada, dan
mengambil keputusan ada atau tidaknya hingga berapa jumlah kandungan yang
terkandung. Rule base yang deprogram dibuat oleh para ahli dibidangnya.
H. Dalam Bidang Kedokteran
Contoh alat kedokteran yang menerapkan sistem pakar di
dalamnya antara lain USG (ultrasonografi). Alat ini bekerja berdasarkan
pantulan gelombang suara ultrasonik.Banyak digunakan untuk mendeteksi janin
dalam kandungan. Alat ini bekerja dengan menerima input berupa suara yang lalu
diolah menjadi sebuah informasi berupa visual. Alat ini cukup aman karena tidak
menimbulkan radiasi seperti sinar-x yang biasanya digunakan untuk rontgen.J.Kelebihan
dan kelemahan sistem pakar.
2.1.9. Rerangka Bangunan
Sistem Informasi
Sistem informasi yang dikembangkan didalam
perusahaan,harus terintegrasi satu sama lain. Masing-masing sistem tidak dapat
berdiri sendiri.Oleh karena itu dalam pengembanganya sistem informasi harus
dirancang dengan rerangka yang jelas,meskipun perusahaan belum akan membangun
semua sistemnya secar sekaligus, tetapi bila rerangkaatau bluepirt sistem informasi sudah terbentuk, maka
pengembangan sistem akan mudah dilakukan.
2.1.10. Kelebihan dan Kelemahan
Sistem Pakar
Agar implementasi manajemen sistem berjalan dengan
baik, manajemen harus dapat mengidentifikasi keuntungan dan kelemahan sistem
pakar ;
Kelebihan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat
diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
·
Mampu
menggantikan manusia dalam menbuat keputusan.
·
Mampu
belajar sehingga keputusan yang dihasilkan akan semakin baik
·
Memiliki
basis data yang semakin banyak dan lengkap tanpa ada rasa kekhawatiran untuk berhenti sewaktu-waktu.
·
Meningkatkan
output dan produktivitas.
·
Mampu
mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian
langka).
·
Menghemat
waktu dalam pengambilan keputusan
Kelemahan Sistem Pakar
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem
pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
- Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
- Sulit membangun basis data yang berisi kepandaian seseorang.
- Membutuhkan waktu yang lama untuk membangunnya.
- Mudah disalin, termasuk oleh orang atau pihak yang tidak berhak.
Ada dua ciri sistem pakar yang membatasi kemampuannya :
·
Sistem
pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten
·
Sistem
pakar tak dapat menerapkan penilaian dan intuisi yang kita kenal sebagai unsur
penting dari pemecahan masalah
Kendala besar dalam menerapkan sistem pakar dalam masalah bisnis adalah
struktur masalahnya. Agar sistem pakar dapat digunakan, masalah harus sangat
terstruktur dan kita melihat bahwa sebagian besar masalah bisnis cocok dengan
bentuk ini
2.2.1. Kepandaian Buatan
Didefinisikan
sebagai Kepandaian yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti
ini umumnya dianggap komputer. Kepandaian diciptakan dan dimasukkan ke dalam
suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan Kepandaian buatan
antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan
syaraf tiruan dan robotika.
Agar komputer
bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal
pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Untuk itu saya akan mencoba
untuk memberikan beberapa metoda untuk membekali komputer dengan kedua komponen
tersebut agar komputer bisa menjadi mesin pintar.
2.2.2. Lingkup utama Kepandaian
buatan
·
Sistem
pakar. Komputer digunakan sebagai saran untuk menyimpan pengetahuan para pakar.
Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan masalah
dengan meniru keahlian yang dimiliki para pakar
·
Pengolahan
bahasa alami. Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user mampu
berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
·
Pengenalan
ucapan. Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia mampu berkomunikasi dengan
komputer dengan menggunakan suara.
·
Robotika
dan Sistem sensor
·
Computer
vision, mencoba untuk dapat mengintrepetasikan gambar atau objek-objek tampak
melalui komputer
·
Intelligent
Computer aid Instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat
melatih dan mengajar
2.2.3. Keuntungan Kepandaian Buatan
·
Kepandaian
buatan lebih bersifat permanen. Kepandaian alami akan cepat mengalami
perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kepandaian
buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak
mengubahnya.
·
Kepandaian
buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia
dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu
keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika
pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat
ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer
lain
·
Kepandaian
buatan lebih murah dibanding dengan Kepandaian alami. Menyediakan layanan
komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan
seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat
lama.
·
Kepandaian
buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena Kepandaian busatan adalah
bagian dari teknologi komputer. Sedangkan Kepandaian alami senantiasa
berubah-ubah.
·
Kepandaian
buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat
didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem
tersebut. Kepandaian alami sangat sulit untuk direproduksi.
·
Kepandaian
buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan Kepandaian
alami
·
Kepandaian
buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan Kepandaian
alami.
2.2.4. Tujuan dari Kepandaian Buatan
Menurut Winston dan Prendergast [1984]:
1.
Membuat
mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2.
Memahami
apa itu Kepandaian (tujuan ilmiah)
3.
Membuat
mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
2.2.5. AI dipandang dalam berbagai perspektif
·
Dari
perspektif Kepandaian (Intelligence), AI adalah bagaimana membuat mesin yang
“cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh
manusia
·
Dari
perspektif bisnis, AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna,
dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan
masalah-masalah bisnis.
·
Dari
perspektif pemrograman (Programming), AI termasuk didalamnya adalah studi
tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search)
·
Umumnya
program AI lebih fokus pada simbol-simbol daripada pemrosesan numerik (huruf,
kata, angka untuk merepresentasikan obyek, proses dan hubungannya).
·
Pemecahan
masalah -> pencapaian tujuan
·
Search
-> jarang mengarah langsung ke solusi. Proses search menggunakan beberapa
teknik.
2.2.6. Domain Penelitian dalam Kepandaian Buatan
·
Formal
tasks (matematika, games)
·
Mundane
task (perception, robotics, natural language, common sense, reasoning)
·
Expert
tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering, scientific
analysis, dll)
PERMAINAN (Game)
·
Kebanyakan
permainan dilakukan dengan menggunakan sekumpulan aturan.
·
Dalam
permainan digunakan apa yang disebut dengan pencarian ruang.
·
Teknik
untuk menentukan alternatif dalam menyimak problema ruang merupakan sesuatu
yang rumit.
·
Teknik
tersebut disebut dengan HEURISTIC.
·
Permainan
merupakan bidang yang menarik dalam studi heuristic
2.2.7. Konsep dan Definisi dalam Kepandaian Buatan
TURING TEST –
Metode Pengujian Kepandaian
·
Turing
Test merupakan sebuah metode pengujian Kepandaian yang dibuat oleh Alan Turing.
·
Proses
uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yang
satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji.
·
Penanya
tidak bisa melihat langsung kepada obyek yg ditanyai
·
Penanya
diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia
berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut.
·
Jika
penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka
Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan CERDAS.
Pemrosesan Simbolik
·
Komputer
semula didisain untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik).
·
Sementara
manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak
didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis.
·
Sifat
penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang
melukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
Heuristic
Istilah Heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan.
Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search)
ruang problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan
disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
Penarikan Kesimpulan (Inferencing)
·
AI
mecoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan
(reasoning)
·
Kemampuan
berpikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan kesimpulan
(inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode
heuristik atau metode pencarian lainnya.
Pencocokan Pola (Pattern Matching)
·
AI
bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk
menjelaskan obyek, kejadian (events) atau proses, dalam hubungan logik atau
komputasional.
Perbandingan Kepandaian Buatan dengan Kepandaian Alamiah
Keuntungan Kepandaian Buatan dibanding Kepandaian alamiah:
·
lebih
permanen
·
memberikan
kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran
·
relatif
lebih murah dari Kepandaian alamiah
·
Konsisten
dan teliti
·
Dapat
didokumentasi
·
Dapat
mengerjakan beberapa task dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia
Keuntungan Kepandaian Alamiah dibanding Kepandaian buatan
·
Bersifat
lebih kreatif
·
Dapat
melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI
·
harus
mendapatkan masukan berupa simbol dan representasirepresentasi
·
Fokus
yang luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan sebaliknya AI
menggunakan fokus yang sempit.
Komputer dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang
obyek, kegiatan (events), proses dan dapat memproses sejumlah besar informasi
dengan lebih efisien dari yang dapat dikerjakan manusia, tetapi disisi lain
manusia dengan menggunakan insting- dapat melakukan hal yang sulit untuk
diprogram pada komputer, yaitu: manusia dapat mengenali (recognize) hubungan
antara hal-hal tersebut, menilai kualitas dan menemukan pola yang menjelaskan
hubungan tersebut.
2.2.8. Persamaan dan Perbedaan antar Sistem Pakar dengan Kepandaian
Buatan
Persamaannya adalah sama-sama mempunyai tujuan untuk mencapai hasil
yang maksimal dalam suatu penyelesaian masalah.
sedangkan perbedaannya, jika sistem pakar mengacu kapada si
perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna
mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan Kepandaian buatan mengacu kepada
jalur atau langkah yang sebagian besar berorientasi kepada Hardware guna
mencapai hasil yang maksimal.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Sistem Pakar
adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih
pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Yang implementasinya dipakai dan
dimanfaatkan oleh para pembuat keputusan di berbagai tingkatan manajerial, baik
yang sudah berpengalaman maupun yang belum.
Sistem Pakar adalah salah satu spesifikasi dari Kepandaian Buatan. Sistem
Pakar dan Kepandaian Buatan sama-sama mempunyai tujuan untuk mencapai hasil
yang maksimal dalam suatu penyelesaian masalah. Namun karena beberapa faktor
seperti mahalnya pemeliharaan, sulitnya membangun basis data, dibutuhkannya
waktu yang lama untuk membangunnya, serta risiko pembajakan, membuat banyak
perusahaan belum bersedia membangun dan mengembangkan Sistem Pakar dan
Kepandaian Buatan dalam mendukung operasional dan kinerja perusahaan.
3.2. SARAN
Seiring dengan
berkembangnya teknologi informasi yang semakin maju, persaingan bisnis dan kebutuhan
akan kinerja yang maksimal menuntut perusahaan untuk bisa memanfaatkan Sistem
Pakar dan Kepandaian Buatan.
Saran dari
penulis adalah agar setiap perusahaan yang telah memiliki kekuatan finansial
yang baik, memiliki divisi riset pengembangan Sistem Pakar sendiri atau bekerja
sama dengan perusahaan penyedia Sistem Pakar, yang implementasinya dapat
meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Krismiaji. 2010. Sistem Informasi Akuntansi.Yogyakarta:
UPP-STIM YKPN.
file bisa di download disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar