Rabu, 14 Mei 2014

SISTEM PAKAR



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Kekayaan atau sumber daya organisasi yang sangat penting adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia (SDM) menjadi penting bukan semata-mata karena latar belakang pendidikan mereka, tetapi karena pengalaman dan kepandaian mereka dalam membuat keputusan yang menyangkut pekerjaannya. Beberapa contoh karyawan atau manajer yang sangat diharapkan perusahaan adalah sebagai berikut. Karyawan bagian pengiriman barang, dapat memilih jalur paling cepat dan paling hemat bahan bakar, sehingga dapat menghema waktu dan biaya pengiriman barang. Manajer produksi dapat mengatur jadwal produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang optimum. Staf yang mengerti betul pelaporan dan perhitungan pajak.
Perusahaan akan mengalami kesulitan apabila karyawan-karyawan atau para manajer yang sudah berpengalaman harus pindah ke perusahaan lain. Apabila hal itu terjadi, perusahaan harus mencari lagi SDM yang berpengalaman (sudah barang tentu tidak mudah) atau mendidik kembali karyawan yang belum berpengalaman agar menjadi berpengalaman (tentu memerlukan biaya yang cukup tinggi, waktu yang cukup lama, dengan risiko tidak berhasil).
Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut (hilangnya atau tidak adanya staf yang berpengalaman), diperlukan suatu sistem yang dapat menggantikan manusia dalam membuat keputusan. Sistem itu disebut dengan sistem pakar atau expert system. Dalam perkembangannya, sistem pakar memiliki variasi yang disebut dengan artificial intelligence atau disingkat AI.

SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)

PENGERTIAN 
Sistem pakar (dalam bahasa Inggris disebut expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar didalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).

Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.

Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar)..

Contoh Kasus Sistem Pakar

Untuk dapat melakukan diagnosis dengan benar, terlebih dahulu kita harus mengetahui gejala-gejala dari penyakit tersebut. Beberapa gejala yang mungkin timbul dari ketiga jenis penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Kepala pusing;
  2. Suhu badan tinggi;
  3. Batuk dan pilek;
  4. Badan lemas;
  5. Demam lebih dari tiga hari;
  6. Hasil cek darah menunjukkan positif salmonella paratipii
  7. Nyeri pada ulu hati;
  8. Nyeri pada lambung.
Sedangkan obat yang kami sarankan sebagai solusi untuk mengobati penyakit tersebut meliputi:
  1. Paracetamol;
  2. Antibiotik;
  3. Multivitamin;
  4. Obat anti mual;
  5. CTM (obat tidur).
Dari gejala-gejala tersebut kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
  • Jika gejala yang timbul adalah 1, 2, dan 3 maka dia menderita influenza dan solusi obatnya adalah a, b, dan c.
  • Jika gejala yang timbul adalah 1, 4, 5, dan 6 maka dia menderita tipus dan solusi obatnya adalah a, b, c, d, dan e.
  • Jika gejala yang timbul adalah 1, 7, dan 8 maka dia menderita maag dan solusi obatnya adalah a, b, c, dan d.
Dengan menggunakan sistem pakar ini kita dapat melakukan diagnosis penyakit influenza, tipus, dan maag sehingga kita dapat melakukan pertolongan pertama pada penderita penyakit tersebut
Contoh lainnya :

1. Apakah kepala anda panas? Ya
2. Apakah hidung anda mampet? ya
3. Apakah kepala anda pusing? Ya
4. Apakah sakitnya berdenyut?Ya

Dari 4 pertanyaan tersebut, contohnya lagi expert menyimpulkan 2 kondisi: (1) influenza, syaratnya 1,2,3 harus bernilai YA, (2) sakit kepala 3,4 harus bernilai YA.

Untuk itu, secara otomatis kalau pertanyaan 1,2,3 bernilai YA, maka sistem pakar memutuskan bahwa si pasien menderita influenza. Jika pertanyaan 3,4 bernilai YA maka sistem pakar memutuskan bahwa si pasien sakit kepala. Jika pertanyaan 1,2 bernilai YA, sedangkan 3,4 bernilai tidak. Disinilah keunggulan sistem pakar untuk melakukan Re-learn atau mempelajari kembali kondisi yang tidak dia kenal.

sumber:
http://jumadilamangclub.wordpress.com/2014/05/14/contoh-kasus-sistem-pakar/